Senin, 30 April 2012

real dan maya

dunia ku 2..
real and maya..
aku menikmati keduanya..
real dan maya sama, aku menggunakan perasaan pada keduanya..
walaupun teman-teman melarang untuk menggunakan perasaan pada kehidupan maya, tapi aku rerus malakukannya..
saat ini kehidupan real ku berjalan lancar, sama seperti maya..
tapi kala tiba saat disalah satunya memiliki hambatan, jiwa dan fikiran ku ikut merasakannya..
karena aku menggunakan perasaan pada kedua duniaku..

mungkin oran gberfikir bahwa aku wanita aneh..
aku hidup dengan keseharianku sebagai pelajar dan juga tetap bermain game online.. sebut saja PW..
dunia sempurna.. sama seperti namanya kehidupanku juga seperti layaknya manusia..
hidup memilih dan mencari pasangan sampai akhirnya menemukannya..
hanya saja interaksi dan hal-hal yang terjadi tidak secara bertatap mata dan sersentuhan..
tapi semua sama seperti kehidupan realku..
pada suatu saat sebelum aku menemukan pasangan dalam kehidupan mayaku, aku mengenal sosok pria yang dewasa.. dewasa dari segi usia pasti, dan pola berfikir jauh lebih dewasa..
menuntun dan membimbingku kejalan yang penuh cayaha...
dia menceritakan segala tentang kehidupannya, segalanya..
aku percaya, dan aku jadikan sebagai ilmu untuk menata hidupku kedepannya..
beberapa waktu kami cukup dekat, sangat dekat..
sampai suatu saat aku salah mengartikan kedekatan itu dan terpuruk..
aku terperuk karena aku menggunakan perasaan didalamnya..
dan setelah itu aku bertemu dengan pasangan maya ku yang sekarang..
usia kami tidak berbeda jauh, hanya hitungan bulan, tapi 1 perbedaan diantara kami yang memang tak bisa kami anggap angin berlalu..
perhatian, pengertian, kasih sayang, dan cinta..
pada awalnya sangat terasa, begitu terasa sampai-sampai setiap menitnya terus merasaknnya..
setelah melewatinya beberapa lama, mulai timbul permasalahan-permasalahan yang sebenarnya bisa diselesaikan namun ditunda dan menjadi besar..
kebohongan, kebosanan, kecemburuan, keegoisan, dan kemarahan..
hanya itu yang menguasai kami.. tanpa akal sehat, tanpa pikiran jernih..
perdebatan itu ada bukan karena waktu, tapi sejujurnya karena kami yang memaksa waktu untuk mengungkapnya dan karena kami yang takut kehilangna satu sama lain..
segala rasa sayang hilang, tertutup dengan emosi dan keegoisan yang tak dapat terbendung,.
mungkin, kehadiran orang ke tiga dan ke empat juga menjadi faktornya..
tapi kami tidak bisa menyalahkan mereka..
walaupun mulai hari ini terjalin kembali hubungan yang sempat putus dalam beberapa waktu..
kehiduapan maya ku, sama dengan kehidupan real mereka diluar sana..
menjadikan pengalaman dan guru untuk ku agar tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar